Sabtu, 31 Desember 2016

Teori Motivasi Douglas McGregor




Douglas menemukan teori X dan Y setelah mengkaji cara para manajer berhubungan dengan para karyawan. Ada empat asumsi yang dimiliki oleh manajer dalam teori X yaitu :
1.      Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan sebisa mungkin berusaha untuk menghindarinya.
2.      Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dikendalikan atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
3.      Karyawan akan menghindari tanggung jawab dan mencari perintah formal.
4.      Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi.

Bertentangan dengan pandangan pandangan negatif mengenai sifat manusia dalam teori X, ada empat asumsi positif dan disebutkan dalam teori Y, yaitu :
1.      Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan seperti halnya istirahat atau bermain.
2.      Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan.
3.      Karyawan bersedia belajar untuk menerima mencari dan bertanggung jawab.
4.      Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen.




Sumber :  Majid, Abdul. 2013. Strategi pembelajaran. Bandung : Pt Remaja Rosdakarya.
 

Sumber Motivasi




Perilaku individu tidak berdiri sendiri, selalu ada hal yang mendorongnya dan tertuju pada suatu tujuan yang ingin dicapainya. Motivasi terbentuk oleh tenaga-tenaga yang bersumber dari dalam dan dari luar. Motivasi yang terbentuk dari luar lebih bersifat pada perkembangan kebutuhan psikis atau rohaniah.
Begitu juga halnya dengan sumber motivasi siswa berbeda-beda. Ada dua macam model motivasi yaitu :
1.      Motivasi intrinsik adalah model motivasi dimana siswa termotivasi untuk mengerjakan tugas karena dorongan dari dalam dirinya sendiri, memberikan kepuasan tersendiri dalam proses pembelajaran atau memberikan kesan tertentu saat menyelesaikan tugas.
2.      Motivasi ekstrinsik adalah model motivasi dimana siswa yang terpacu karena berharap ada imbalan atau untuk menghindari hukuman, misalkan untuk mendapatkan nilai, hadiah stiker atau untuk menghindari hukuman fisik.
Alasan yang menjadikan siswa termotivasi bisa berbeda-beda. Berikut ini merupakan alasan-alasan yang terpengaruh terhadap motivasi belajar  :
1.      Lingkungan rumah, yang membentuk perilaku dalam belajar sepanjang usia belia.
2.      Cara siswa memandang diri mereka sendiri kepercayaan diri harga diri maupun martabat.
3.      Sifat dari siswa yang bersangkutan tingkat kesabaran dan komitmen.

Namun demikian, tingkat motivasi apapun yang dimiliki siswa saat di kelas, ada motivasi atau tidak, tidak hanya eksis di diri siswa dan di luar ruangan kelas. Motivasi untuk belajar dapat diubah menjadi lebih baik atau buruk berdasarkan apa yang terjadi dalam kela. Misalkan, kepercayaan yang dimiliki oleh guru terhadap siswanya, harapan seorang guru dan cara guru bersikap pada siswanya bisa memiliki pengaruh yang besar terhadap tingkat motivasi siswa.



Sumber :  Majid, Abdul. 2013. Strategi pembelajaran. Bandung : Pt Remaja Rosdakarya.
 

Keterampilan Membuka Pelajaran





Awal pelajaran atau awal setiap tanggal kegiatan dalam inti pelajaran guru harus melakukan kegiatan membuka pelajaran. Komponen keterampilan itu adalah :

Menarik perhatian siswa
Cara yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
a.       Gaya mengajar guru. Perhatian dapat timbul dari apresiasi gaya mengajar guru seperti posisi atau kegiatan yang berbeda dari biasanya.
b.      Penggunaan alat bantu mengajar ,seperti : gambar, model, dan skema. Selain dapat menarik perhatian, alat bantu mengajar tersebut memungkinkan terjadi kaitan antara hal yang telah diketahui dengan hal yang dipelajari.
c.       Pola interaksi yang bervariasi seperti guru- siswa siswa-siswa ,siswa-guru.

Menimbulkan motivasi
Ada beberapa cara untuk menimbulkan motivasi diantaranya sebagai berikut :

a.       Bersikap hangat, ramah, antusias, bersahabat sebagainya. Karena dapat mendorong tingkah dan kesenangan dalam mengerjakan tugas sehingga motivasi siswa akan timbul.
b.      Menimbulkan rasa ingin tahu dengan melontarkan ide yang bertentangan dengan penyelesaian masalah atau kondisi diri dari kenyataan sehari-hari.
c.       Memerhatikan minat siswa dengan cara menyesuaikan topik pelajaran dengan minat siswa karena motivasi dan minat berpengaruh pada jenis kelamin, umur, sosial ekonomi dan sebagainya.

Memberi acuan
Memberi acuan merupakan usaha untuk mengungkapkan secara spesifik dan singkat serangkaian alternatif yang memungkinkan siswa memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal-hal yang harus dipelajari untuk yaitu cara yang dilakukan adalah sebagaimana penjelasan di bawah ini :

a.       Mengemukakan tujuan dan batas tugas
b.      Menyarankan langkah-langkah yang dilakukan
c.       Mengingatkan masalah pokok yang dibahas
d.      Mengajukan pertanyaan

Membuat kaitan
Jika guru mengerjakan materi baru perlu menghubungkan dengan hal yang telah dibuat siswa atau pengalaman atau minat dan kebutuhan yang untuk mempermudah pemahaman hal-hal yang telah dikenal, pengalaman, minat, dan kebutuhan inilah yang disebut dengan pengait.
Contoh usaha guru untuk membuat kaitan :

a.       Dalam memulai pelajaran, guru meninjau kembali sejauh mana materi sebelumnya telah dipahami dengan mengajukan pertanyaan atau inti materi pelajaran terdahulu secara singkat.
b.      Cara membandingkan atau mempertentangkan dengan pengetahuan baru. Hal ini dilakukan jika pengetahuan baru erat kaitanya dengan pengetahuan lama. Contohnya guru bertanya untuk mengetahui pemahaman siswa tentang pengurangan sebelum mengerjakan pembagian.
c.       Cara Menjelaskan konsep nya Apa pengertian lebih dahulu sebelum mengerjakan bahan secara terperinci.






Sumber :  Majid, Abdul. 2013. Strategi pembelajaran. Bandung : Pt Remaja Rosdakarya.